Salah satu amalan yang tak putus kendati yang melakukannya sudah meninggal adalah ibadah wakaf. Secara sederhana, wakaf adalah menghibahkan harta yang bernilai tetap untuk kemaslahatan umat. Dalam buku Fiqih Waqaf (2018: 5-6), Ahmad Sarwat menuliskan bahwa secara bahasa, wakaf artinya menahan.
Karena itu, wakaf adalah menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya tanpa digunakan, untuk kebaikan. Kemudian, secara istilah, menurut jumhur ulama mazhab Syafi’i, wakaf adalah menahan harta yang bisa diambil manfaatnya secara tetap, serta untuk dibelanjakan pada hal-hal yang bernilai ibadah ataupun mubah. Sekilas, ibadah wakaf mirip dengan sedekah. Bedanya, sedekah atau hibah adalah memberikan harta tertentu yang habis pakai. Misalnya, sedekah makanan untuk berbuka puasa. Pahala sedekah diganjar sekali saja.
Wakaf berdasarkan Undang-undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya dan untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum menurut syariah.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wakaf adalah benda bergerak atau tidak bergerak yang disediakan untuk kepentingan umum (Islam) sebagai pemberian yang ikhlas. Bisa juga artinya hadiah atau pemberian yang bersifat suci.
Wakif adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya.
Sedangkan nadzir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.
Perintah wakaf tercantum dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 267:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ – ٢٦٧
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.
Sementara itu, wakaf adalah memberikan harta yang punya nilai waktu tertentu. Misalnya, wakaf bangunan yang dimanfaatkan untuk panti asuhan, sumur untuk sumber air bersama, dan lain sebagainya. Pahala wakaf akan mengalir terus hingga bangunan itu roboh atau sumur itu ditimbun tanah. Baca lebih lanjut : Jenis-Jenis Wakaf
Selain itu, perbedaan lain wakaf dengan sedekah adalah ibadah wakaf mengharuskan adanya pengurus yang mengelola harta benda yang diwakafkan. Misalnya, bangunan untuk panti asuhan di atas. Maka, semestinya ada pengelola yang mengatur agar panti asuhannya berjalan baik dan bangunannya tidak roboh. Baca : Syarat Wakaf
Mengenai keutamaan bahwa pahala wakaf akan terus mengalir, kendati yang melakukannya sudah meninggal, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW: “Ketika anak Adam mati, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah [wakaf], ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya,” (H.R. Muslim).